3 Cara Menghitung Bunga Pinjaman Online

Masih banyak orang yang belum mengetahui cara menghitung bunga pinjaman, apakah kamu salah satu nya? Sobat LINE Bank, penting untuk diketahui bahwa saat mengajukan pinjaman, kamu tidak hanya berkewajiban membayar cicilan jumlah pinjaman. Melainkan ada besaran bunga yang harus diperhitungkan pula. 

Mengetahui cara menghitung bunga pinjaman merupakan hal yang penting agar dalam mempersiapkan dana cicilan, Sobat LINE Bank dapat menyisihkan nominal yang sesuai. Sehingga nantinya tidak akan terjadi kegagalan atau keterlambatan dalam pembayaran. Supaya lebih mudah untuk memahami bunga pinjaman, simak informasinya di bawah ini. 

Apa Itu Suku Bunga Pinjaman?

Suku bunga pinjaman adalah besaran nilai yang diberikan dalam bentuk persentase oleh lembaga keuangan atau pemberi pinjaman kepada peminjam dan harus dibayarkan bersamaan dengan cicilan tagihan setiap bulannya. Suku bunga pinjaman berbeda dengan suku bunga simpanan. 

Suku bunga pinjaman dapat diartikan sebagai bentuk balas jasa yang diberikan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman sebab telah menyediakan layanan pinjaman dana tersebut. Sebaliknya, suku bunga simpanan merupakan nilai balas jasa yang diberikan oleh bank terhadap nasabah yang menyimpan uangnya di bank terkait.

Apa Pentingnya Memahami Cara Menghitung Bunga Pinjaman?

Di era digital ini, bisa terlihat bahwa masyarakat cenderung lebih konsumtif dalam mengonsumsi barang-barang dengan harga yang tinggi. Baru-baru ini, salah satu metode yang populer untuk membeli barang-barang tersebut adalah dengan menggunakan kredit, entah itu melalui cara biasa seperti kartu kredit atau layanan paylater.

Tetapi sayangnya, sebagian masyarakat mungkin tidak sepenuhnya menyadari konsekuensi dari menggunakan metode pinjaman tersebut, terutama dalam hal pembayaran bunga.

Pada satu sisi, pembayaran bunga di masa depan biasanya dapat dihitung dari tingkat suku bunga yang berlaku. Namun di sisi lain, mekanisme perhitungan bunga bisa bervariasi untuk setiap jenis pinjaman.

Jika kamu tidak paham mengenai mekanisme ini, maka kamu bisa berisiko tidak mampu melunasi pinjaman tersebut tanpa perencanaan yang matang. Oleh karena itu, sangat penting bagi Sobat LINE Bank untuk memahami bagaimana cara menghitung bunga pinjaman dan jumlah cicilan yang harus dibayar saat mengambil pinjaman.

Apa Saja Jenis-jenis dari Suku Bunga Pinjaman?

Tidak hanya tersedia dalam satu jenis, bunga pinjaman memiliki 2 jenis yaitu bunga tetap dan bunga mengambang. Sebelum mempelajari cara menghitungnya, pelajari terlebih dahulu penjelasan mengenai 2 jenis bunga di bawah ini:

1. Bunga Tetap

Fixed Interest atau bunga tetap adalah jenis suku bunga pinjaman yang memiliki nilai persentase tetap selama masa pinjaman berlangsung bahkan hingga jatuh tempo. Sehingga, Sobat LINE Bank tidak perlu khawatir perihal kenaikan bunga, sebab hal tersebut tidak akan terjadi. Informasi mengenai besaran bunga yang diterima akan disampaikan pihak peminjam saat melakukan perjanjian pinjaman. 

2. Bunga Mengambang

Apabila bunga tetap memiliki nilai yang sama, floating interest atau bunga mengambang justru akan berubah-ubah selama jangka waktu pinjaman berjalan. Sobat LINE Bank akan mendapatkan besaran bunga pinjaman yang berbeda setiap bulannya tergantung pada tingkat suku bunga di pasar. 

Keuntungannya, saat persentase bunga pinjaman turun, kamu juga mendapatkan bunga yang rendah. Sebaliknya, saat suku bunga naik, maka bunga pinjaman yang kamu terima juga ikut naik.

Baca Juga: 2 Cara Menghitung Bunga Deposito dengan Mudah

Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Suku Bunga Pinjaman?

Suku bunga pinjaman tidak hanya ditetapkan oleh bank dengan keputusan sepihak. Tetapi hal tersebut disesuaikan dengan berbagai faktor yang dapat memengaruhi suku bunga pinjaman tersebut. Adapun faktor yang dapat memengaruhinya antara lain:

1. Jumlah Pinjaman

Faktor yang memengaruhi bunga pinjaman yang paling utama adalah jumlah pinjaman dana yang diajukan. Semakin besar dana yang dibutuhkan, maka akan semakin tinggi pula persentase bunga yang diberikan oleh bank.

2. Kebijakan Lembaga Keuangan dan Pemerintah

Dalam melakukan pinjaman di lembaga keuangan tertentu seperti bank, peran bank dalam menentukan nilai suku bunga pinjaman sangat besar. Hal ini karenakan bank memiliki kebijakan masing-masing mengenai tingkat bunga yang akan diberikan kepada calon peminjam. 

Dalam menentukan suku bunga tersebut, bank tentu tidak dapat memberikan besaran nilai yang sembarangan. Perlu adanya berbagai pertimbangan terutama pada keadaan ekonomi yang sedang terjadi seperti inflasi, perkembangan perekonomian, suku bunga dari bank sentral, dan lain sebagainya. 

Pada beberapa kondisi tertentu, pemerintah juga turut andil dalam menentukan nilai suku bunga melalui kebijakan penetapan batas minimal dan maksimal bunga pinjaman. 

Menurut informasi dari situs resmi OJK (Otoritas Jasa Keuangan), tingkat bunga yang diizinkan untuk pinjaman online berkisar antara 0,3% hingga 0,4% per hari. Aturan ini ditetapkan dengan tujuan agar perusahaan teknologi finansial dapat tetap beroperasi, meskipun memberikan pinjaman dengan jumlah yang signifikan tanpa pertemuan langsung, yang tentunya membawa risiko tinggi.

3. Jangka Waktu Pinjaman

Jangka waktu pinjaman menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat suku bunga pinjaman sebab bank atau lembaga keuangan lainnya mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang. Pinjaman dengan tenor jangka panjang akan memiliki bunga yang lebih besar, sedangkan pinjaman jangka pendek akan mendapatkan tingkat suku bunga yang lebih rendah. 

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Tenor Pinjaman

Bagaimana Cara Menghitung Suku Bunga Pinjaman Online?

Setelah berkenalan dengan suku bunga pinjaman, Sobat LINE Bank kini dapat mulai mencoba memperhitungkan suku bunga dari pinjaman yang diajukan. Bukan hanya 1, melainkan terdapat 3 cara menghitung bunga pinjaman yang harus Sobat LINE Bank ketahui. Berikut penjelasan dan cara menghitung bunga pinjaman yang benar:

1. Bunga Flat

Cara menghitung bunga pinjaman pertama adalah bunga flat yang merupakan sistem bunga dengan acuan jumlah awal pinjaman. Di antara cara lainnya, bunga flat adalah cara menghitung bunga pinjaman yang paling mudah. Adapun rumus yang digunakan dalam perhitungan bunga pinjaman yaitu:

Bunga per bulan = (pokok pinjaman x suku bunga x jangka waktu pinjaman) : 12 bulan

Agar lebih mudah untuk dipahami, mari simak contoh berikut. Adi meminjam uang pada bank sebesar Rp24 juta dengan jangka waktu pinjaman 1 tahun. Bank memberikan bunga sebesar 10%. Maka perhitungan besaran bunga flat adalah sebagai berikut:

  • Pokok pinjaman per bulan = Rp24.000.000 : 12 = Rp2.000.000
  • Perhitungan bunga per bulan

Bunga per bulan = (pokok pinjaman x suku bunga x total jangka waktu kredit) : 12 bulan

= (Rp24.000.000 x 10% x 12) : 12

= Rp2.400.000 per tahun 

= Rp. 200.000 per bulan

  • Bunga Flat = Rp2.000.000 + Rp200.000 

= Rp2.200.000

Dalam perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa total cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya adalah Rp2.200.000 termasuk bunga pinjaman di dalamnya. 

2. Bunga Efektif

Selanjutnya, kamu dapat menghitung total pinjaman dengan cara menghitung bunga yang harus dibayar. Sistem perhitungan ini akan membuat jumlah angsuran menjadi lebih kecil setiap bulannya. Adapun cara menghitung bunga pinjaman dengan bunga efektif yaitu:

Bunga = sisa pokok pinjaman sebelumnya x suku bunga per tahun x (30 hari : 360 hari)

Misalnya, Sobat LINE Bank mengajukan pinjaman senilai Rp96 juta dengan bunga tahunan 10% dan tenor pinjaman 12 bulan. Maka bunga efektif yang harus dibayarkan, dihitung dengan cara:

  • Cicilan pokok per bulan = Rp96.000.000 : 12 

  = Rp8.000.000

  • Bunga bulan pertama = (Rp96.000.000 x 10%) : 12

= Rp800.000

  • Cicilan bulan pertama = Rp8.000.000 + Rp800.000 = Rp8.800.000
  • Bunga bulan kedua = ((96.000.000 – Rp800.000) x 10%) : 12

        = Rp793.333

  • Cicilan bulan kedua = Rp8.000.000 + Rp.793.333 = Rp8.793.333

Perhitungan tersebut dapat dihitung seterusnya hingga bulan ke 12 atau bulan terakhir jatuh tempo. 

3. Bunga Anuitas

Cara menghitung bunga pinjaman yang terakhir adalah bunga anuitas. Cara ini merupakan perubahan perhitungan dari bunga efektif di mana total cicilan per bulan dibuat sama. Untuk menghitung bunga anuitas, berikut merupakan rumusnya: 

Bunga = sisa pokok pinjaman sebelumnya x suku bunga tahunan x (30 hari : 360 hari)

Sebagai contoh, Dilakukan pengajuan pinjaman sebesar Rp120 juta dengan bunga 15% dan tenor 12 bulan. Maka bunga anuitas dapat dihitung dengan: 

  • Pokok pinjaman per bulan = Rp120.000.000 : 12 = Rp10.000.000
  • Bunga per tahun = Rp120.000.000 x 15% = Rp18.000.000
  • Bunga bulanan = Rp18.000.000 : 12 = Rp1.500.000
  • Jumlah cicilan per bulan = pokok pinjaman + bunga per bulan

    = Rp10.000.000 + 1.500.000 

    = Rp11.500.000 

Jadi total cicilan yang harus dibayarkan beserta bunganya sebesar Rp11.500.000. 

Baca Juga: Mengenal 6 Manfaat Pinjaman Online yang Harus Kamu Ketahui

Berapa Pajak Bunga Pinjaman Online?

Pajak yang diterapkan pada bunga pinjaman online umumnya dikenakan pada jumlah bunga yang diterima oleh pemberi pinjaman. Di sejumlah negara, bentuk pajak ini disebut sebagai PPh (Pajak Penghasilan) atas bunga. Tarif pajak tersebut dapat bervariasi tergantung pada peraturan di setiap negara. Sebagai contoh di Indonesia, pajak atas bunga pinjaman mungkin diterapkan dalam kisaran 15-20% dari total bunga yang diterima.

Nah, itu dia berbagai cara menghitung bunga pinjaman yang bisa Sobat LINE Bank terapkan saat menghitung total cicilan yang harus dibayar setiap bulannya. Pastikan untuk selalu membayar cicilan sesuai dengan nominal yang ditentukan dan tepat pada waktunya. Namun, jika Sobat LINE Bank masih kebingungan mencari bank yang aman untuk mengajukan pinjaman uang cepat cair, gunakan saja LINE Bank. Kamu bisa memenuhi kebutuhan dana dengan cepat dan proses yang mudah dengan LINE Bank. Segera download aplikasinya dan dapatkan berbagai keuntungan dan kemudahan finansial lainnya sekarang juga.

Bagikan ke Temanmu
LINE BANK SEO Admin
LINE BANK SEO Admin
Articles: 325