Mau Cuan? Kenali Fixed Income: Pengertian, Keuntungan, dan Risikonya

Fixed income adalah pendapatan tetap yang didapatkan oleh seseorang. Namun pendapatan tetap yang dimaksud bukan hanya soal pekerjaan yang dimiliki seseorang tetapi fixed income juga dapat berbicara soal pendapatan yang berasal dari aktivitas investasi. 

Loh memangnya dalam berinvestasi bisa mendapatkan pendapatan tetap? Bukankah keuntungan yang didapatkan dari investasi cenderung tidak pasti?” Senang Sobat LINE Bank bertanya! Jawabannya tentu saja ada yang mendatangkan pendapatan tetap, salah satunya obligasi. Penasaran lebih jauh terkait fixed income? Langsung simak informasinya di bawah ini!

Apa yang Dimaksud dengan Fixed Income?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, fixed income adalah pendapatan tetap yang didapatkan oleh seseorang, secara khusus investor. Pendapatan ini tentu tidak bisa didapatkan dari seluruh instrumen investasi

Hanya beberapa instrumen saja yang dapat memberikan pendapatan tetap, seperti halnya obligasi atau surat berharga. Kamu tentu sudah tidak asing dengan instrumen investasi obligasi, bukan? Obligasi adalah surat yang dikeluarkan oleh pemerintah, perusahaan, dan lembaga keuangan yang menunjukkan bukti pinjaman. 

Surat ini diterbitkan secara sengaja untuk mengumpulkan sejumlah uang yang dibutuhkan dalam pengembangan atau pendanaan lainnya. Surat bukti pinjaman inilah yang dijual kepada para investor. 

Nantinya setiap investor yang telah membeli surat utang akan mendapatkan pengembalian dana beserta bunga atau kuponnya. Bunga atau kupon inilah yang sebenarnya memberikan keuntungan bagi investor. Kupon akan diberikan rutin tergantung kesepakatan awal. Ada yang diberikan setiap 1 bulan, 3 bulan, atau 6 bulan. Apakah Sobat LINE Bank tertarik berinvestasi obligasi?

Baca Juga: Apa Itu Passive Income? Bagaimana Cara Mengumpulkannya?

Apa Saja Keuntungan Fixed Income?

Keuntungan yang diberikan saat berinvestasi obligasi cukup banyak. Kemungkinan besar keuntungan yang dimilikinya menjadi alasan mengapa banyak investor memilih instrumen satu ini. Memang apa saja keuntungan yang dibawa obligasi?

1. Sudah Pasti Mendapatkan Pendapatan Tetap

Pertama, para investor bisa mendapatkan pendapatan tetap. Jadi jumlah keuntungan yang didapatkan sudah bisa diketahui sejak awal. Pada periode waktu tertentu setiap investor akan mendapatkan keuntungan sesuai bunga atau kupon yang sudah ditentukan. Keuntungan ini berlaku selama aktivitas investasi berlangsung. 

2. Risikonya Tidak Besar

Pendapatan yang tetap sebenarnya sudah menunjukkan bahwa risiko yang dibawa oleh obligasi tidak besar. Risiko ini tergantung dari analisis yang dilakukan oleh masing-masing investor. 

Ketika investor dapat mengetahui obligasi mana yang berkualitas maka dapat dipastikan bahwa risiko kerugiannya kecil. Jadi kamu yang ingin berinvestasi di obligasi perlu melakukan analisis menyeluruh supaya tidak salah memilih. 

Kamu perlu mencari tahu penerbit obligasi mana yang memiliki kemampuan untuk membayar utang. Jangan langsung membeli obligasi secara sembarangan. Jika sudah dipastikan bahwa obligasi pilihanmu memiliki kemampuan tersebut maka barulah mulai berinvestasi. 

3. Volatilitas yang Rendah

Instrumen obligasi dikenal dengan volatilitasnya yang rendah. Itu berarti tidak ada banyak perubahan harga yang terjadi dalam suatu periode singkat. Obligasi tidak seperti saham dan emas yang harganya selalu berubah-ubah setiap hari. 

Bahkan harga saham dapat berubah dalam hitungan jam. Volatilitas yang rendah memberikan kamu kedamaian pikiran karena tidak perlu takut kalau tiba-tiba ada penurunan harga sampai akhirnya mengalami kerugian. 

Baca Juga: Seharusnya Aku Tahu Hal Ini Sebelum Umur 20

4. Investasi Berjangka Pendek

Berinvestasi pada instrumen yang memiliki pengembalian tetap tentu menguntungkan. Apalagi saat ditambah dengan pengembalian yang bisa dirasakan dalam jangka pendek. 

Kamu yang ingin berinvestasi dalam waktu singkat dapat memilih instrumen pendapatan tetap. Umumnya pendapatan bisa kamu terima dalam jangka waktu 1 tahun sampai 3 tahun. 

Apa Saja Faktor Risiko yang Memengaruhi Fixed Income?

Meskipun terbilang aman dan memberikan pengembalian atau pendapatan tetap, nyatanya masih ada risiko yang bisa terjadi kapan saja. Risiko yang terjadi bisa datang dari internal —yaitu perusahaan, lembaga atau pemerintahan itu sendiri— dan eksternal —yaitu keadaan ekonomi, politik, dan sosial suatu negara—. 

Jadi analisis awal yang sudah kamu lakukan masih bisa mendatangkan kerugian yang tidak bisa dihindari. Berikut beberapa hal yang dapat memengaruhi instrumen investasi fixed income

1. Gagal Bayar

Perusahaan, pemerintah, atau lembaga keuangan yang menerbitkan surat utang bisa gagal bayar. Hal ini terjadi karena penerbit surat utang bangkrut atau gulung tikar. Tentu investor tidak bisa melakukan apa-apa kalau penerbit surat berharga mengalami kerugian. 

Penting diketahui bahwa saat pengembalian dana kepada investor besar maka risiko gagal bayarnya juga makin besar. Itu sebabnya kamu perlu menganalisis obligasi secara menyeluruh sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan pembelian. 

2. Kondisi Negara

Kondisi suatu negara memengaruhi hampir seluruh instrumen investasi, termasuk yang memberikan pendapatan tetap seperti obligasi. Apabila keadaan politik dan ekonomi suatu negara misalnya Indonesia tidak stabil maka harga obligasi juga akan berubah. 

3. Perubahan Suku Bunga

Risiko kerugian juga dipengaruhi oleh perubahan suku bunga yang terjadi di dalam pasar. Suku bunga obligasi cukup unik. Perubahan suku bunga obligasi tidak sejalan dengan harganya. Jadi ketika harga obligasi naik maka suku bunganya menjadi turun dan begitu pun sebaliknya. 

4. Imbal Hasil Lebih Rendah

Fixed income adalah jenis instrumen investasi yang cukup mampu memberikan imbal hasil yang cenderung stabil dengan tingkat risiko yang rendah. Akan tetapi, jumlah nilai imbal hasil yang diterima oleh investor cenderung lebih kecil daripada imbal hasil investasi jenis lainnya seperti pasar modal saham. 

Baca Juga: 2 Cara Menghitung Bunga Deposito dengan Mudah

Jenis Instrumen Investasi Fixed Income

instrumen investasi fixed income

Terdapat beragam jenis investasi fixed incomeyang dapat memperoleh banyak keuntungan dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, kamu bisa mendapatkan penghasilan tetap dari hasil investasi jenis ini. Selama periode melakukan investasi, kamu dapat menerima keuntungan berupa bunga dalam jumlah tertentu sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Berikut ini jenis-jenis investasi fixed income adalah diantaranya:

1. Reksadana Obligasi

Fixed income dari investasi reksa dana jenis ini terdiri dari 80% hingga 95% obligasi yang mempunyai waktu jatuh tempo di bawah 12 bulan atau satu tahun. Surat berharga obligasi (surat utang) akan memberikan kamu imbal hasil yang tetap pada setiap masa waktu tertentu. Oleh karena itu, reksa dana obligasi ini dapat dijadikan sebagai produk investasi strategis untuk bisa memperoleh penghasilan tetap.

2. Deposito

Jenis instrumen investasi berikutnya yang dapat memberikan fixed income dengan imbal hasil yang lebih besar adalah deposito. Jenis investasi perbankan ini mempunyai beberapa tipe yang disesuaikan dengan jangka waktunya. Kamu bisa menginvestasikan sejumlah uang dalam rekening deposito bank dengan pilihan masa waktu 3 bulan, 6 bulan, hingga 24 bulan.

Jangka waktu deposito tersebut mengacu kepada syarat dan ketentuan yang berlaku. Produk deposito di bank juga sudah terjamin keamanannya oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun satu hal yang perlu dipahami bahwa, jika kamu ingin menarik dana deposito sebelum jatuh tempo maka kamu harus mmbayar denda atau penalti.

3. SBN (Surat Berharga Negara)

Surat Berharga Negara (SBN) merupakan salah satu instrumen investasi jangka pendek yang kamu andalkan sebagai fixed income setiap bulannya. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah mengeluarkan produk SBN kepada masyarakat utnuk bisa berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur negara. Ketika melakukan investasi SBN, kamu akan menanamkan modal investasi dengan jumlah nominal paling kecil Rp1 juta. 

Nantinya, kamu akan menerima imbal hasil yang berupa kupon tiap bulannya selama masa periode investasi. Pemerintah juga akan memberikan pokok dana investasi ketika jatuh tempo. Untuk kamu yang masih ragu untuk menanamkan modalnya di SBN, Pemerintah sudah memastikan bahwa seluruh produk SBN telah terjamin keamanannya dan tertulis pada UU No.24 Tahun 2002.

Itu dia informasi mengenai fixed Income yang perlu Sobat LINE Bank ketahui. Fixed income adalah salah satu solusi bagi Sobat LINE Bank yang ingin melakukan investasi dengan risiko rendah. Tetapi jika kamu ragu karena masih ada risiko yang tidak bisa dihindari maka investasi di deposito LINE Bank dapat menjadi pilihan tepat. 

“Memang apa keuntungan membuka deposito di LINE Bank?”. Senang kamu bertanya! Suku bunga deposito yang ditetapkan LINE Bank terbilang tinggi yakni mencapai 4,5% p.a. Namun tentu perlu diingat suku bunga ini juga dapat berubah sewaktu-waktu karena satu dan lain hal. 

Jadi kamu bisa mengeceknya langsung melalui website LINE Bank. Selain suku bunganya yang tinggi, kamu dapat melakukan pengecekan hasil secara real-time kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi LINE Bank. Hanya dengan uang sebesar Rp1.000.000, kamu sudah bisa membuka deposito. Pencairan waktunya bahkan sangat fleksibel serta bisa ditentukan sesuai kebutuhan. Jadi tunggu apalagi? Yuk buka deposito dengan mengunduh aplikasi LINE Bank sekarang juga!

Bagikan ke Temanmu
LINE Bank Admin
LINE Bank Admin

A Different Experience of Digital Banking, LINE Bank. LINE Bank is a caring friend, someone that’s easy to get along with. LINE Bank is also a trusted companion, providing smart solutions to all financial issues.

Articles: 270

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *