Perbedaan Bunga Fixed dan Floating dalam Pinjaman, Yuk Kenali!

Perbedaan Bunga Fixed dan Floating dalam Pinjaman, Yuk Kenali!
Source: freepik

Hi, Sobat LINE Bank!

Buat kamu yang sudah pernah melakukan pinjaman bank, kayanya udah gak asing lagi dengan istilah bunga fixed dan floating. Istilah ini memang sering kita dengar saat melakukan transaksi kredit yang jadi sumber pemasukan bank itu sendiri. Lalu, apa sih perbedaan bunga fixed dan floating? 

Biasanya, banyak nasabah yang kepincut dengan bunga fixed karena memberikan iming-iming bunga tetap alias tidak mengalami perubahan. Benarkah bunga fixed ini lebih menguntungkan? Yuk, kita bahas! Keep scrolling ya!

Apa Itu Bunga dalam Konsep Pinjaman?

Di dunia keuangan, utamanya bisnis atau perbankan, bunga adalah biaya tambahan yang harus dibayarkan ketika kita mengambil pinjaman bank. Bunga merupakan imbalan yang kita berikan sebagai peminjam kepada bank sebagai kompensasi bagi bank.

Bunga punya pengaruh yang cukup besar dalam jumlah pengembalian dana pinjaman. Jadi, sebelum kamu memilih layanan pinjaman lembaga keuangan atau perbankan, kamu wajib memperhatikan tingkat suku bunga yang mereka tetapkan.

Bunga juga berpengaruh terhadap total biaya pinjaman. Semakin lama masa pinjaman, semakin banyak bunga yang harus dibayarkan.

Kondisi pasar sentral dan kebijakan bank sentral juga dapat berpengaruh pada suku bunga. Misalnya, saat suku bunga pasar turun, bunga pinjaman juga akan ikut turun, dan begitupun sebaliknya. 

Nah, dalam konsep pinjaman, ada dua jenis bunga yang umum digunakan, yaitu bunga fixed dan bunga floating. Apa perbedaan bunga fixed dan floating? Inilah yang akan kita bahas di sini. Jadi, yuk, baca sampai habis!

Apa Itu Bunga Fixed dan Perbedaannya dengan Bunga Floating

Perbedaan bunga fixed dan floating bisa dilihat dari beberapa hal berikut. Sudah siap untuk mengetahuinya? Yuk, cermati!

Pengertian Bunga Fixed

Bunga fixed adalah bunga tetap dan gak akan berubah. Saat kita mengambil pinjaman dengan bunga fixed, suku bunga yang kita bayar tetap sama sepanjang masa pinjaman.  Jadi, kita bisa tahu pasti berapa biaya yang harus kita bayar setiap bulan untuk melunasi kewajiban.

Biasanya, bank akan memberikan batas waktu pembayaran untuk suku bunga jenis ini. Namun, ada beberapa bank lainnya yang tidak memberlakukan aturan batas waktu tersebut. Jadi, kamu bisa cek atau menghubungi layanan pelanggan dari bank yang kamu incar untuk mengetahuinya.

Keuntungan bunga fixed adalah kita bisa merencanakan keuangan kita dengan lebih pasti. Sebagai nasabah, kita bisa tahu persis berapa yang harus dibayar setiap bulan, jadi gak bakal ada kejutan yang bikin stres. Tapi, terkadang, bunga fixed juga bisa lebih tinggi daripada bunga floating, lho. Kok bisa? Yuk, kita bahas di bawah ini!

Pengertian Bunga Floating

Bunga floating adalah bunga yang bisa berubah-ubah atau masih mengambang, sama seperti namanya. Suku bunga yang dibayar nasabah bisa naik atau turun tergantung pada perubahan di pasar keuangan. Jadi, setiap bulan, nasabah atau peminjam mungkin harus membayar tagihan dalam jumlah yang berbeda.

Sementara itu, keuntungan bunga floating adalah kita bisa mendapat keuntungan ketika suku bunga turun. Jadi, kita bisa bayar lebih sedikit setiap bulan. Tapi, kemungkinan hal ini untuk terjadi tentu tidak besar. Masih ada risiko lainnya di mana suku bunga pada bulan tersebut naik, sehingga peminjam harus membayar dengan jumlah yang lebih banyak.

Bunga Fixed dan Bunga Floating, Mana yang Lebih Baik?

Masing-masing jenis suku bunga ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagai nasabah atau peminjam, kita harus bijak memilih jenis pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan. Nah, berikut perbedaan bunga fixed dan floating, mana kira-kira yang cocok untukmu?

Jika kamu lebih menyukai stabilitas dan kepastian, bunga fixed akan lebih cocok buatmu. Kamu tidak akan merasa deg-degan setiap kali jatuh tempo pembayaran karena sudah mengetahui jumlah yang harus dibayarkan.

Namun, jika kamu ingin melihat potensi dan memanfaatkan penurunan suku bunga yang bisa terjadi sewaktu-waktu, kamu bisa memilih bunga floating yang lebih fleksibel dalam pembayarannya. Kamu jadi bisa mendapat peluang untuk berhemat saat suku bunga turun. 

Jadi, pilihannya tentu akan kembali kepada preferensi masing-masing, ya. Jangan lupa, sebelum mengajukan pinjaman atau kredit bank, pahami terlebih dahulu persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan. Terutama mengenai suku bunga, tenor pinjaman, jenis jaminan, dan persyaratan lain yang sesuai dengan kebutuhan finansial. Mengetahui perbedaan bunga fixed dan floating sudah jadi langkah awal yang baik untuk membekali diri dengan informasi mengenai pinjaman sebelum mengajukannya.

Pastinya, mengajukan pinjaman online di LINE Bank bakal bikin kamu lebih tenang karena suku bunga rendah untuk segala kebutuhanmu. Jangka waktu cicilannya juga sampai 60 bulan, lho! Pinjaman online resmi di LINE Bank sudah pasti aman. 

Temukan juga banyak promo menarik berupa cashback hingga R. 2,000,000 dengan mengajukan pinjaman online resmi di LINE Bank.

Yuk, andalkan layanan keuangan dari LINE Bank sekarang! Buka rekeningnya dan dapatkan berbagai keuntungan serta kemudahan dalam bertransaksi. Download aplikasi LINE Bank di sini, ya!

Baca Juga: Tips Singkat Memilih Pinjaman Online Bunga Rendah dengan Tenor Panjang

Bagikan ke Temanmu
LINE BANK SEO Admin
LINE BANK SEO Admin
Articles: 323