Apa Resiko Pinjaman Online Tidak Dibayar?

Sobat LINE Bank pasti sudah sering mendengar berita tentang nasabah yang gagal membayar tagihan pinjaman online serta bunganya. Banyaknya kasus gagal bayar tersebut membuktikan bahwa resiko pinjaman online tidak dibayar memang besar. Sayang sekali masih banyak orang belum memahami resiko tersebut saat ingin menggunakan layanan pinjaman online.

Tidak salah menggunakan layanan pinjaman online, tetapi kamu harus mengetahui kemungkinan resiko yang akan dihadapi apabila gagal bayar. Simak artikel ini untuk memahami resiko tersebut dan cara terbaik untuk menghindari kegagalan pelunasan pinjaman online.

Apa Itu Pinjaman Online?

apa itu pinjaman online

Setiap lembaga keuangan memiliki layanan kredit untuk ditawarkan kepada nasabahnya, termasuk perusahaan financial technology (fintech). Fintech termasuk dalam lembaga keuangan dalam jaringan (daring) alias online dan menawarkan layanan kredit secara online pula. Layanan kredit ini dikenal sebagai pinjaman online.

Proses pengajuan pinjaman online dilakukan melalui aplikasi yang dikeluarkan oleh perusahaan fintech tersebut. Kamu hanya perlu melakukan registrasi dengan cara membuat akun baru di aplikasi mereka, kemudian melakukan langkah verifikasi untuk menjaga keamanan akun.  

Berikutnya, barulah kamu bisa mengajukan pinjaman sesuai jumlah dana atau plafon yang dibutuhkan. Kamu akan menerima dana tersebut setelah melewati tahap persetujuan dari pihak kreditur.

Proses pembayaran pinjamannya pun dilakukan secara online. Kamu harus membayar sesuai tenor atau jangka waktu yang telah ditetapkan apabila tidak ingin dikenai denda akibat terlambat membayar cicilannya. Selain cicilan, kamu juga harus membayar bunga pinjaman online yang dikenakan per harinya.

Baca Juga: Untung dan Ruginya Mengambil Rumah Secara Cash!

Apa Saja Resiko Pinjaman Online Tidak Dibayar?

resiko pinjaman online tidak dibayar

Tidak heran orang mulai mengandalkan pinjaman online karena kemudahan saat pengajuan kreditnya. Proses pencairan dananya pun lebih singkat, bahkan kamu bisa memperoleh dananya kurang dari 24 jam. Namun, ada resiko yang harus kamu sadari terkait gagal bayar pinjaman online di balik kenyamanan dan kemudahan tersebut. Apa saja?

1. Masuk Blacklist SLIK OJK

Proses pengajuan pinjaman online membutuhkan dokumen sebagai persyaratan penting, seperti KTP, Kartu Keluarga, NPWP, slip gaji, dan rekening bank. Dokumen ini berguna supaya pihak fintech mengenal data pribadi nasabah sebagai identitas, termasuk alamat rumah, alamat kantor, kontak orang terdekat, dan sebagainya. 

Data pribadi ini bisa dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan masuk ke dalam daftar hitam (blacklist)mereka apabila kamu tidak sanggup membayar cicilan pinjaman online. Masuk ke blacklist artinya kamu akan kesulitan mengajukan kredit di lembaga keuangan lainnya di Indonesia karena skor kreditmu sudah negatif.

2. Biaya Bunga dan Denda Terus Menumpuk

Denda keterlambatan muncul kalau kamu tidak mampu melunasi cicilan pinjaman online tepat waktu. Jumlah denda ini akan membengkak secara akumulatif apabila kamu tidak langsung melunasi kreditnya. Jangan lupakan pula bunga yang relatif tinggi sehingga jumlah utang pinjaman online yang dibayar ikut meningkat.

Perusahaan fintech yang legal dan diakui oleh OJK pasti memberikan bunga dan denda keterlambatan sesuai regulasi yang berlaku. Jumlah denda keterlambatan maksimum adalah 100% dari jumlah plafon, sementara beban bunga maksimum terletak pada angka 0,8%. Angka tersebut bisa menjadi bayangan mengenai besarnya biaya yang harus kamu bayar apabila gagal membayar cicilannya tepat waktu.

3. Dikejar Debt Collector yang Mengganggu

Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia (AFPI) sebenarnya memiliki aturan ketat mengenai penagihan pembayaran cicilan pinjaman online kepada nasabah. Awalnya, kamu hanya diingatkan untuk membayar cicilan melalui SMS, e-mail, ataupun telepon. 

Pihak fintech mengirimkan debt collector ke alamat rumah apabila kamu belum membayar tagihannya meski sudah diberikan peringatan. Debt collector pun tak segan-segan menghubungi orang terdekat kamu. Masalah ini bisa mengganggu keseharian kamu sehingga tidak tenang dan beresiko memperburuk hubunganmu dengan orang terdekat.

Baca Juga: Apa Itu Passive Income? Bagaimana Cara Mengumpulkannya?

tetap update sama LINE Bank yuk!

Bagaimana Cara Menghindari Gagal Bayar Pinjaman Online?

cara menghindari gagal bayar pinjaman online

Kamu bisa membayangkan besarnya resiko yang akan dihadapi akibat gagal bayar pinjaman online. Resikonya tidak main-main, jadi kamu perlu melakukan langkah preventif untuk menghindari gagal bayar. Ikuti tips lengkapnya di bawah ini.

1. Sisihkan Anggaran untuk Membayar Cicilan

Ketika mendapatkan uang bulanan atau gaji, kamu perlu menyisihkan sebagian uang untuk membayar cicilan pinjaman online. Batasi anggarannya sebanyak 20%-30% dari total uang bulanan supaya kamu masih memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kamu pun dapat mengambil sedikit dana di tabungan untuk menambah anggaran pelunasan cicilan.

2. Batasi Pengeluaran yang Tidak Perlu

Penting sekali membatasi pengeluaran selama masa pembayaran cicilan. Cobalah review pengeluaran kamu selama sebulan, lalu coretlah pengeluaran yang dirasa kurang perlu. Setelahnya, kamu dapat mencari solusi lebih hemat untuk membatasi pengeluaran, contohnya masak sendiri di rumah daripada membeli makanan di restoran.

3. Cari Penghasilan Tambahan

Cara ini dapat dilakukan kalau kamu memiliki waktu luang, misalnya di sore, malam hari, atau akhir pekan. Kamu dapat mencari pekerjaan tambahan atau membuka bisnis kecil-kecilan untuk memperoleh pendapatan sampingan. Pendapatan tersebut dapat digunakan untuk membayar cicilan pinjaman sehingga lebih cepat lunas.

4. Cari Rekomendasi Pinjaman Online dengan Bunga Rendah

Tagihan pinjaman online makin besar lantaran tingginya bunga yang dikenakan per harinya. Solusinya, kamu bisa mencari rekomendasi penyedia layanan kredit online dengan bunga yang lebih rendah. Perhatikan dahulu bunga yang ditawarkan oleh perusahaan fintech tersebut sebelum menyetujuinya supaya kamu tidak terjebak pada masalah gagal bayar.

Baca juga: Berhutang Boleh, Tapi Harus Tau Porsinya!

Cara Menghapus Data Pribadi di Pinjaman Online

cara menghapus data pribadi di pinjaman online

Ketika mengajukan pinjaman di aplikasi pinjaman online (pinjol) umumnya terdapat sejumlah data pribadi yang harus diberikan. Hal ini sebetulnya cukup mengkhawatirkan, sebab banyaknya kasus penyalahgunaan data oleh oknum tak bertanggung jawab. Maka dari itu, ada baiknya kamu langsung menghapus data pribadi sendiri jika proses kredit telah selesai dilakukan. Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu coba untuk menghapus data pribadi di pinjaman online.

1. Melunasi Seluruh Cicilan Pinjaman

Cara pertama yang wajib dilakukan sebelum menghapus data pribadi di pinjaman online yakni membayar pinjaman secara menyeluruh hingga tidak ada yang tersisa. Dengan melunasi seluruh tagihan, maka permintaan penghapusan data kamu akan lebih mudah sebab hal itu berarti kamu adalah orang yang bertanggung jawab dan disiplin.

2. Mengajukan Permintaan Penghapusan Data

Setelah membayar utang, cobalah untuk mengajukan permintaan penghapusan data dengan cara menghubungi customer service dari penyedia layanan pinjaman online tersebut. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya penyalahgunaan data yang akan merugikanmu.

3. Melaporkan Kepada OJK

Jika kamu masih belum merasa aman setelah melakukan cara sebelumnya, kamu dapat memastikannya kembali dengan cara melapor secara langsung ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kemudian, jika terdapat data pribadi kamu yang belum terhapus atau bahkan disalahgunakan, segera laporkan ke pihak berwenang. 

Kamu dapat memanfaatkan layanan pinjaman uang cepat cairdari LINE Bank. Bunganya hanya 3,5% per bulan, tetapi kamu akan dibebaskan biaya bunga pada bulan pertama. Pendaftarannya juga cukup mudah karena kamu hanya perlu menggunakan e-KTP sebagai syarat registrasi. Yuk, hubungi LINE Banksegera dan rasakan kemudahan pembayaran pinjaman online dengan bunga yang lebih kecil. Download aplikasinya di sini dan mulailah ajukan kredit untuk memenuhi kebutuhanmu.

Sebagai nasabah yang bijak, Sobat LINE Bank pasti sudah memahami resiko pinjaman online tidak dibayar. Oleh karena itu, usahakan untuk membayar cicilan pinjaman online tepat waktu agar tidak mengalami resiko tersebut.

perluas wawasan dan pengetahuan finansial bersama LINE Bank
Bagikan ke Temanmu
LINE BANK SEO Admin
LINE BANK SEO Admin
Articles: 325