No Overspend! Ini Contoh Catatan Keuangan Pribadi Biar Lebih Irit!

No Overspend! Ini Contoh Catatan Keuangan Pribadi Biar Lebih Irit!

Hi Sobat LINE Bank! Contoh catatan keuangan pribadi sepertinya penting banget untuk bantu kamu mengontrol keuangan.

Kamu pasti pernah bertanya-tanya, “Uang bulan ini kemana aja ya?” atau “Kok rasanya dompet selalu tipis ya, padahal masih awal bulan?” .

Biar gak lagi-lagi overthinking, di artikel ini kita akan bahas sesuatu yang mungkin sering kita abaikan, padahal bisa banget, lho, jadi penyelamat finansial kita, yaitu catatan keuangan.

Eits, jangan buru-buru bayangin kalau catatan keuangan itu penuh angka rumit dan bikin pusing, ya. Anggap aja ini seperti jurnal harian yang bisa bikin perjalanan finansial kamu jadi lebih terkontrol, sehingga memudahkanmu melacak ke mana semua uang yang kamu miliki digunakan. Yuk, simak contoh catatan keuangan pribadi berikut ini biar kamu terhindar dari overspend!

Cara Membuat Catatan Keuangan Pribadi

1. Siapkan Rencana dan Tujuan Keuangan

Langkah pertama dalam pembuatan catatan keuangan pribadi adalah dengan menetapkan tujuan finansial yang ingin kamu capai. Misalnya untuk bervariasi, tergantung skala prioritas dan keinginanmu. Atau, kamu ingin membeli kendaraan baru dalam satu tahun ke depan, atau ingin menabung sebesar 20% dari total penghasilan setiap bulan. 

Agar lebih spesifik, kamu juga bisa memecah tujuan keuangan ke dalam kategori jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Setelahnya, barulah kamu bisa mengestimasi anggaran yang perlu dikumpulkan dan membuat perencanaan finansial yang jelas dan terarah.

2. Manfaatkan Fitur Notes di Gadget

Buat kamu yang punya aktivitas harian yang padat, fitur notes atau notepad yang tersedia di gadget bisa jadi pilihan pas untuk dijadikan sebagai catatan keuangan.

Dengan memanfaatkan fitur ini, kamu bisa mencatat dengan rinci pengeluaran dan pemasukan, hingga aktivitas transaksi kecil sekalipun, sehingga arus keuangan bisa lebih terkontrol. 

Fitur ini juga menawarkan fleksibilitas, karena bisa kamu akses kapan saja dan di mana saja. Jadi, proses pencatatannya bisa lebih mudah.

3. Gunakan Aplikasi Spreadsheet

Nah, kalau kamu ingin mengelola catatan keuangan secara efektif dan lebih terstruktur, spreadsheet bisa menjadi pilihan yang tepat. Tools ini bisa membantu kamu dalam membuat pos-pos keuangan yang berisi semua aset dan kewajiban yang harus kamu bayar, sampai arus kas masuk dan keluar dengan lebih mudah dan cepat. 

Saat ini tersedia banyak pilihan software spreadsheet yang bisa kamu pilih. Bahkan, kamu juga bisa menggunakan template siap pakai yang tersedia di beberapa program spreadsheet, loh!

Agar lebih memudahkan, kamu bisa pertimbangkan beberapa hal berikut sebelum memilih program atau template spreadsheet:

  • Mudah Digunakan untuk Pemula: Kamu perlu perhatikan ketersediaan serta cara akses fitur dan menu di spreadsheet. Sebab, memilih program atau template yang membingungkan dan butuh pengetahuan lebih lanjut bisa membuatmu gagal dalam upaya penyusunan catatan keuanganmu.
  • Tata Letak dan Keterbacaan: Pastikan juga kalau tata letak di spreadsheet bisa bikin kamu melacak data dengan mudah. Template yang bergaya dan aesthetic emang terlihat keren, tapi cenderung bisa mengganggu dan agak sulit menggunakannya dari sudut pandang praktis. Oleh karenanya, jangan lupa pertimbangkan hal ini ya!
  • Fitur Tambahan: Meskipun sebagian besar spreadsheet menggunakan sistem berbasis sel dan kolom, beberapa di antaranya juga menawarkan fitur tambahan, seperti bagan dan grafik unik kalau kamu suka.

4. Atur Kategori Pendapatan dan Pengeluaran

Meskipun jumlahnya bisa berbeda bagi setiap orang, ada dua kategori umum yang bisa membantu kamu dalam mengatur keuangan, yaitu ‘Pemasukan’ dan ‘Pengeluaran’. Di dalamnya, kamu bisa membagi tiap kategori ke dalam sub kategori yang berbeda.

Sebagai contoh, kamu bisa membagi kategori ‘Pemasukan’ ke dalam gaji pekerjaan, dividen investasi, hingga pendapatan sewa. 

Selanjutnya, untuk kategori ‘Pengeluaran’ bisa kamu bagi ke dalam sub kategori makan, bahan makanan, dan utilitas. Nah, kalau pengen lebih rinci lagi, kamu juga bisa membuat sub kategori tambahan untuk mengidentifikasi area mana saja yang bisa kamu pangkas biayanya.

Selain itu, ada juga cara lain yang bisa kamu gunakan untuk melacak dan membuat kategori anggaran, yaitu dengan mengelompokkannya ke dalam ‘Pengeluaran Tetap’ dan ‘Pengeluaran Variabel’.

  • Pengeluaran Tetap: anggaran yang jarang berubah dalam jangka panjang, seperti biaya sewa/cicilan tempat tinggal, cicilan kendaraan, dan tagihan asuransi.
  • Pengeluaran Variabel: anggaran yang mencakup hal-hal seperti makan di luar atau berbelanja, di mana total dari satu bulan ke bulan berikutnya bisa bervariasi. 

Cara ini juga bisa kamu terapkan pada penghasilan, ya! Kamu bisa mencatat sub kategori mana yang bersifat tetap atau cukup stabil (seperti gaji pekerjaan), dan mana yang bersifat variabel (seperti penjualan saham atau pekerjaan freelance).

5. Tetapkan Periode Anggaran

Saat membuat catatan keuangan pribadi, kamu juga perlu menetapkan periodenya biar lebih terorganisir. 

Anggaran bulanan cukup populer dan mungkin menjadi hal pertama yang terlintas di pikiran kamu, tapi ada baiknya kamu juga pertimbangin periode lain, ya. Karena periode catatan keuangan ini juga bisa sesingkat beberapa hari dan bisa sampai beberapa tahun.

Beberapa orang mungkin merasa anggaran periode mingguan bisa membantu mereka tetap fokus dalam tujuan jangka pendek dan spesifik, sementara yang lain merasa bahwa anggaran periode tahunan ngasih kejelasan tentang kebiasaan jangka panjang mereka. Jadi, kamu bisa menyesuaikan dengan preferensi dan kebutuhanmu, ya!

6. Kelola Laporan Arus Kas Secara Rutin dan Berkala

Tahap terakhir dari pembuatan catatan keuangan pribadi adalah rajin mencatat arus kas (cash flow) secara berkala. 

Arus kas ini adalah catatan buat mengukur total uang yang masuk dan keluar dari dompet kita. Dari selisihnya itu, kita bisa tahu nih, gimana keadaan finansial kita sekarang.

Kalau uang yang masuk lebih banyak dari uang yang keluar, berarti arus kas bersifat positif. Tapi, kalau uang yang keluar lebih besar dari pemasukan, berarti arus kas-nya negatif. 

Kalau sampai negatif begini, kamu wajib evaluasi dan ubah cara atur keuangan sehari-hari biar arusnya lebih aman dan terkendali.

Contoh Catatan Keuangan Pribadi

Setelah memahami cara membuat laporan keuangan, berikut ini adalah contoh catatan keuangan pribadi yang bisa kamu jadikan panduan dalam mengorganisir arus keuangan:

NoTanggalKeteranganPemasukanPengeluaranSaldo
124/11/2023Gajian5,000,0005,000,000
2`25/11/2023Nabung di LINE Bank1,500,0003,500,000
326/11/2023Belanja bulanan500,0003,000,000
427/11/2023Bensin50,0002,950,000
527/11/2023Makan di luar 1x50,0002,900,000
628/11/2023Pulsa dan kuota75,0002,825,000
728/11/2023Makan di luar 2x35,0002,790,000
829/11/2023Belanja online150,0002,640,000
929/11/2023Kado ultah teman100,0002,540,000
1030/11/2023Gajian affiliate marketing800,0003,340,000
1130/11/2023Jajan adek300,0003,040,000
1230/11/2023Sedekah300,0002,740,000
TOTAL5,800,0003,060,0002,740,000

Nah, selamat! sekarang kamu sudah mengetahui contoh catatan keuangan pribadi dan cara membuatnya yang bisa menjadi pemandu dalam perjalananmu mengelola keuangan. 

Ketika pengeluaran sudah mulai terlihat tidak terkontrol, kamu bisa melakukan evaluasi dan lebih bijak dalam mengeluarkan uang untuk biaya-biaya yang sebetulnya tidak terlalu urgent.

Kamu harus ingat ya, kalau kunci untuk meraih finansial yang sehat adalah dengan disiplin dalam mencatat setiap transaksi agar terhindar dari overspend!

Oh iya, buat kamu yang pengen lebih leluasa dalam melacak arus kas masuk dan keluar, layanan tabungan digital dari LINE Bank bisa jadi solusi yang pas nih!

Dengan buka tabungan online di LINE Bank, kontrol keuangan dijamin jadi lebih praktis dan aman, karena menyediakan opsi tabungan dengan bebas biaya bulanan, serta fitur transfer dan tarik tunai tanpa biaya. Pembayaran tagihan listrik hingga top up pulsa telepon juga bisa dilakukan dengan mudah, lho! 

Yuk, segera download aplikasi LINE Bank dan nikmati berbagai keuntungannya berupa kemudahan transaksi, cashback, hingga promo-promo menarik! Jangan sampai ketinggalan, ya!

Baca Juga: Bagaimana Gen Z Menabung Supaya Cepat Terkumpul

Bagikan ke Temanmu
LINE BANK SEO Admin
LINE BANK SEO Admin
Articles: 325