Masih Bingung? Ini Dia Perbedaan OJK dan LPS dalam Sistem Keuangan Indonesia

perbedaan ojk dan lps

Hi Sobat LINE Bank! 

Kamu pasti pernah denger tentang OJK dan LPS, kan? Dua lembaga ini ternyata sama-sama punya peran penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Meski sudah umum di masyarakat, kira-kira seberapa dalam kamu mengenal perbedaan OJK dan LPS? 

Pada dasarnya, dua lembaga ini saling melengkapi untuk menciptakan landasan yang kuat bagi sektor keuangan Indonesia. Nah dalam artikel ini, kita akan menelusuri perbedaan antara OJK dan LPS dari berbagai sisi. Yuk langsung saja simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Pengertian OJK dan LPS

Otoritas Jasa Keuangan, atau yang lebih dikenal dengan singkatan OJK, adalah lembaga yang memiliki peran sentral dalam mengawasi dan mengatur segala aktivitas di sektor keuangan Indonesia. OJK dibentuk sebagai respon terhadap kebutuhan akan pengaturan yang lebih efektif dan terintegrasi dalam industri keuangan. 

Dasar hukum OJK sendiri diatur oleh UU No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. Pada praktiknya, lembaga ini memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kesehatan sektor keuangan, termasuk bank umum, asuransi, dan pasar modal.

Di sisi lain, Lembaga Penjamin Simpanan, atau yang akrab disebut dengan LPS, merupakan entitas yang fokus pada perlindungan nasabah dan stabilitas sistem perbankan. Perannya sangat penting untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat terhadap sistem perbankan. 

UU No. 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan menjadi payung hukum bagi eksistensi dan fungsi LPS itu sendiri. Nah sebagai lembaga penjamin, LPS memberikan jaminan atas simpanan nasabah hingga batas tertentu, sehingga apabila terjadi kegagalan pada bank umum, nasabah tetap memiliki perlindungan terhadap sebagian dari simpanannya.

Baca Juga: Cara Cek Blacklist OJK dengan Mudah

Peran OJK dalam Sistem Keuangan Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi pilar utama dalam menjaga keseimbangan dan kestabilan sistem keuangan Indonesia. Di bawah ini adalah berbagai peran OJK khususnya dalam sistem keuangan Indonesia:

1. Mengawasi dan Mengatur Lembaga Keuangan

Salah satu peran sentral OJK adalah menjadi mata dan telinga yang waspada terhadap segala aktivitas lembaga keuangan di Indonesia. Mereka bertugas untuk mengawasi dan mengatur lembaga-lembaga keuangan, mulai dari bank, perusahaan asuransi, hingga pelaku pasar modal. 

Dari adanya sistem pengawasan yang ketat, OJK berperan dalam memastikan bahwa semua entitas di sektor keuangan beroperasi sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Ini melibatkan pemantauan terhadap kepatuhan terhadap ketentuan hukum, etika bisnis, serta aspek keuangan dan operasional lainnya.

2. Melindungi Konsumen Jasa Keuangan

OJK bukan hanya menjadi pengawas, tetapi juga pelindung bagi konsumen jasa keuangan. Lembaga ini menciptakan peraturan yang mengarah pada perlindungan konsumen, sehingga setiap transaksi keuangan dapat dilakukan dengan aman dan adil. 

Aturan-aturannya sendiri mencakup kewajiban lembaga keuangan untuk memberikan informasi yang jelas dan transparan kepada konsumen, serta menjamin bahwa produk dan layanan keuangan yang disediakan memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ditetapkan.

3. Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan

Stabilitas sistem keuangan adalah fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan DAN  dalam hal ini OJK memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas dengan merancang dan mengimplementasikan kebijakan yang meminimalkan risiko sistemik. 

OJK memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa lembaga keuangan di Indonesia beroperasi dengan keamanan finansial yang memadai dan bahwa risiko-risiko potensial yang dapat mempengaruhi stabilitas sistem keuangan dapat diidentifikasi dan diatasi dengan cepat.

Baca Juga: 5 Ciri-Ciri Jasa Keuangan yang Bisa Dipercaya dan Legal

Peran LPS dalam Sistem Keuangan Indonesia

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga memiliki peran yang tak kalah penting dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan di sektor keuangan Indonesia. Fokus utama LPS terbagi dalam tiga aspek kunci:

1. Melindungi Simpanan Nasabah

Peran utama LPS adalah melindungi simpanan nasabah di sektor perbankan. Dalam hal terjadinya kegagalan bank atau situasi darurat lainnya, LPS memberikan jaminan atas sebagian simpanan nasabah. Hal ini bertujuan untuk menghindari panik di masyarakat dan mempertahankan kepercayaan terhadap sistem perbankan. Keberadaan LPS memberikan rasa aman bagi nasabah bahwa sebagian dari tabungan mereka tetap terjamin.

2. Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan

LPS berperan sebagai penjaga ketertiban dalam sistem perbankan yaitu dengan melakukan pemantauan terhadap kesehatan keuangan bank-bank yang menjadi anggotanya. Dari situ, LPS dapat mengidentifikasi potensi risiko dan memberikan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas perbankan. Tindakan pencegahan ini menjadi penting untuk mencegah potensi krisis yang dapat merugikan nasabah dan merusak kepercayaan masyarakat.

3. Menyediakan Likuiditas Bagi Bank

Tidak hanya berperan sebagai penjamin, tetapi LPS juga berperan sebagai penyedia likuiditas dalam situasi tertentu. Dalam kondisi darurat atau krisis likuiditas, LPS dapat memberikan dukungan finansial kepada bank-bank anggotanya. Ini bertujuan untuk mencegah bank-bank tersebut mengalami kesulitan likuiditas yang dapat berdampak negatif pada sistem perbankan secara keseluruhan.

Baca Juga: Mengenal Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan dan Tugasnya

Perbedaan Antara OJK dan LPS

Dalam menjalankan perannya di sektor keuangan Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memiliki perbedaan signifikan yang mencakup fokus tugas, lingkup pengawasan, dan sumber pendanaan. Ini dia ulasan selengkapnya:

1. Fokus Tugas dan Tanggung Jawab

OJK memiliki fokus tugas yang mencakup tiga aspek utama. Pertama, mereka berperan sebagai pengawas dan regulator lembaga keuangan, termasuk bank, asuransi, dan pasar modal. OJK bukan hanya memantau kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga merancang kebijakan untuk menjaga kesehatan dan integritas sektor keuangan. Selanjutnya, OJK bertindak sebagai pelindung konsumen jasa keuangan, menetapkan aturan yang menjamin keamanan dan keadilan dalam transaksi keuangan.

Sementara itu, fokus tugas LPS lebih khusus. LPS dibentuk untuk melindungi simpanan nasabah dan menjaga stabilitas sistem perbankan. Peran utama LPS sendiri seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya adalah memberikan jaminan atas sebagian simpanan nasabah, memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa sebagian dari dana yang disimpan di bank tetap terlindungi. 

2. Lingkup Pengawasan

Lingkup pengawasan OJK mencakup seluruh satuan unit di sektor keuangan. Dalam hal ini, OJK mengawasi dan mengatur bank, asuransi, serta pasar modal dengan tujuan menciptakan sistem keuangan yang sehat dan terintegrasi. Dengan cakupan yang luas, OJK menjadi regulator utama yang memastikan kepatuhan dan keseimbangan di berbagai sektor keuangan.

Sebaliknya, LPS memiliki lingkup pengawasan yang lebih terfokus yaitu bank-bank yang menjadi anggotanya. Meskipun terbatas pada sektor perbankan, pengawasan ini memiliki dampak signifikan dalam menjaga stabilitas dan keamanan dalam dunia perbankan.

3. Sumber Pendanaan

OJK dan LPS mendapatkan pendanaan mereka dari sumber yang berbeda. OJK sendiri dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta iuran dari lembaga keuangan yang diawasi. Pendanaan dari lembaga keuangan tersebut menciptakan kemandirian OJK dalam menjalankan tugas pengawasannya. 

Sebaliknya, LPS didanai oleh iuran yang diberikan oleh bank-bank anggotanya. Pendanaan ini bermanfaat untuk memastikan ketersediaan dana yang cukup untuk memberikan jaminan kepada nasabah saat dibutuhkan.

Nah, Sobat LINE Bank, setelah kita mengenal tentang OJK dan LPS, jelas banget dong kalau keduanya ini bisa disebut sebagai duo pahlawan finansial kita di Tanah Air. Setiap lembaga tentunya punya peran masing-masing yang bikin sistem keuangan Indonesia jadi aman dan terkendali.

Singkatnya, OJK menjadi lembaga yang mengatur, mengawasi, dan menjaga stabilitas dan LPS adalah lembaga yang fokus pada perlindungan simpanan nasabah. Jadi selama kita melakukan seluruh aktivitas keuangan, OJK dan LPS bekerja sama untuk mewujudkan proses yang aman, tetap stabil, dan Sobat LINE Bank bisa melakukan berbagai transaksi tanpa khawatir. 

Sekarang,, setelah membahas betapa pentingnya perbedaan antara OJK dan LPS dalam menjaga keseimbangan keuangan kita, yuk wujudkan rencana finansial yang lebih aktif dan sehat. 

Jangan lewatkan kesempatan untuk membuka tabungan online di LINE Bank. Melalui fitur-fitur modern dan kemudahan akses, LINE Bank hadir untuk memudahkan setiap transaksi dan kebutuhan finansialmu. Ayo buka tabungan online di LINE Bank sekarang juga dan rasakan kemudahan serta keamanan bertransaksi di dunia perbankan.

Bagikan ke Temanmu
LINE BANK SEO Admin
LINE BANK SEO Admin
Articles: 325